Peralatan Seni Ukiran Jepara

Peralatan yang diperlukan untuk para pemahat dalam mengerjakan ukiran jepara antara lain pahat (tatah), pemukul atau palu dari kayu (ganden). Pahat sendiri terdiri dari beberapa jenis berdasarkan atas bentuk mata pisaunya. Berikut ini adalah jenis-jenis pahat dan fungsinya:

  • Penilat , berbentuk lurus dan datar. Digunakan untuk membuat bidang yang datar. Para pengukir di Mulyoharjo menyebutnya “nglemahi”, yaitu membuat bidang sela-sela diantarpahat ukir jeparaa motif ukir. Bidang tersebut biasanya memiliki permukaan yang datar dan halus. Menggunakan pahat jenis ini juga tidak boleh terbalik. Ada teknik untuk menusuk (membuat lubang) atau untuk meratakan.
  • Penuku, bentuknya melengkung seperti kuku. Sesuai bentuknya pahat ini digunakan untuk membentuk pola-pola melengkung. Biasanya akan kita temui pada ornamen daun, sulur, ulir, dan motif lenkung lain
  • Kol, berbentuk mirip penuku, lengkung, tapi pahat ini lebih berfungsi untuk membentuk alur dengan motif lengkung. Sangat efektif untuk mengurangi massa kayu dalam jumlah besar. Semisal kita ingin membuat bentuk tertentu dengan membuang bagian tertentu dari kayu. Dengan kol pengurangan bagian kayu tersebut lebih mudah dilakukan.
  • Coret, pahat jenis ini memiliki bentuk yang paling berbeda dengan jenis lain. Jika pahat lain merupakan besi untuh tanpa gagang kayu, tetapi tidak pada pahat jenis coret. Terdapat sebuah pegangan kayu seperti bentuk pisau dapur pada umumnya. Pahat ini berfungsi untuk membuat garis-garis tajam, oleh karena itu disebut coret.

Penilat, penuku dan kol memiliki ukuran yang bervariatif. Dari kecil hingga besar semuanya harus ada jika ingin menghasilkan pahatanyang sempurna. Masing-masing digunakan menyesuaikan motif yang akan dibentuk.

Ditangan terampil pengrajin seni ukir jepara, pahat tersebut telah menghasilkan karya seni anak bangsa yang membanggakan.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply