Macan Kurung – Sejarah Kejayaan Ukiran Jepara

Kualitas mebel jati Jepara memang sudah tidak diragukan lagi. Kehalusan dan detail khas ukiran jepara merupakan keunggulan tersendiri dan sangat diminati oleh pengguna mebel dari dalam maupun luar negeri. Kualitas dan ciri khas itulah yang akhirnya semakin membuat karya seni ukir dari Jepara ini terus berkembang dan mendapat pengakuan.

macan kurung
Patung Macan Kurung secara simbolis

Tapi sebenarnya ada sebuah mahakarya ukiran khas Jepara yang menjadi primadona dari sentra seni ukir Mulyoharjo. Adalah “Macan Kurung”, sebuah ukiran kayu dari balok utuh tanpa sambungan dan lem. Figur macan kurung ini berupa seoekor macan yang terkurung dalam sebuah sangkar dengan kaki yang terikat pada sebuah rantai berujung bola. Bentuk ukiran ini bermula dari sebuah balok jati utuh, kemudian dipahat tanpa menggunakan kayu sambungan atau lem. Sungguh luar biasa.

Diperlukan teknik dan pahat khusus untuk membuat macan kurung. Apalagi ketika sudah sampai pada pembuatan detail macan yang tersembunyi dibalik jeruji sangkar. Konon ada seorang presiden Korea yang terheran-hean melihat proses pembuatan macan kurung ini dan langsung membelinya meskipun belum sampai difinishing.

Sayangnya, saat ini kita sudah jarang menemui sang macan kurung di daerah Mulyoharjo, bukan karena para pengrajin tidak mampu membuatnya, tapi karena faktor ekonomi , dimana permintaan pasar yang berbeda.  Mungkin karena macan kurung tergolong mahal dan karena sulit pembuataanya keberadaanya sekarang tergeser oleh model produl bentuk yang lain.

Pada zaman R.A Kartini dulu, macan kurung berada pada masa kejayaannya. Ukiran kayu ini menjadi primadona dan diminati oleh para bangsawan sebagai penghias rumahnya. Ada filosofi yang mendasari pembuatan macan kurung tersebut. Ini mewakili perjuangan hidup dan pengendalian diri pada jiwa manusia.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply